Gabung Ke Forum Saya Di 4KA01

Aplikasi Telematika Menggunakan Wireless

Telematika secara umum dapat digambarkan sebagai Konvergenitas dari teknologi komputer informasi, penyiaran, dan komunikasi mobile.Ilmu yang berkaitan dengan telematika ini banyak diimplementasikan pada perangkat-perangkat yang sering kita gunakan sehari-hari misalnya: TV, Radio, HP, Communicator, Telepon Digital dan Multimedia.

Adapun dampak yang ditimbulkan setelah adanya ke Konvergensian adalah :

1. Berubahnya gaya hidup
- Ketergantungan akan telp bergerak (mobile)
- Internet yg semakin populer
- Penerapan E-Commerce

2. Secara Bisnis 
- Terjadinya Monopili vs Kompetisi 
- Terciptanya Keinginan Membuka Usaha Baru

3. Secara Regulasi 
- Menghasilkan Licensi dan Hukum Cyber
- Perlindungan Terhadap Komsumen (Pelanggan)

Selanjutnya saya akan menjelaskan salah satu contoh aplikasi telematika yang berbasiskan teknologi perangkat wireless (Carries) yaitu : LBS (Location Base Services). Adapun pengertian dari LBS itu sendiri saya mengutip dari situs Wikipedia yang isinya sebagai berikut :

LSB (Location Base Service / Layanan Berbasis Lokasi) adalah sebuah layanan informasi atau hiburan yang dapat diakses dengan perangkat mobile melalu jaringan selular dan memanfaatkan kemampuan untuk memanfaatkan posisi geografis perangkat mobile.  *sumber wikipedia

 LBS termasuk layanan untuk mengidentifikasi lokasi seseorang atau benda, seperti menemukan mesin ATM terdekat atau keberadaan dari teman kita. dari teknologi inilah kemudian banyak bermunculan macam-macam aplikasi berbasis telematika via wiereless (Jaringan Tanpa Kabel). Berikut ini Akan saya jelaskan beberapa teknologi yang berhubungan dengan telematika via wireless yg merupakan turunan dari teknologi LBS. 


1. Munculnya Istilah Teknologi Cell-ID
Cell-ID adalah suatu nomor yang mengidentifikasikan cellular device dalam suatu jaringan broadband. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
- Komunikasi terjadi antara device dan tower LBS.
- Bersifat Clone Phones, yakni 2 telephone (hp) saling sharing ID yang sama.

 Tujuan dari Cell-ID ini adalah: Melalui Sinyal Wireless (Carrier) akan merepresentasikan geo-code (lattitude dan longitude) kepada content provider, kemudian ditranslasikan ke map.
*untuk istilah map itu sendiri saya baru dengar jd teman2 bisa mempelajari teknologi map tersebut..hehehe.. ^^


Implementasi : Hanphone (HP)


2. Munculnya istilah Teknologi Location ID
Berikut ini akan dijelaskan satu-persatu mengenai teknologi Location ID yang ada.
- Berbasis Satelit (Satellite Based) : satelit berfungsi menentukan lokasi.
- Berbasis Jaringan (Network Based) : cellular tower yang berfungsi menentukan lokasi.
- Berbasis Jaringan Sentris (Network Centric) : device location dikontrol oleh network, tidak membutuhkan upgrade pada device
- Berbasis Handset Sentris (Handset Centic) : membutuhkan device upgrade untuk menemukan lokasi.


3. Munculnya istilah Teknologi GPS
Teknologi GPS (Global Positioning System) dapat menemukan selular dimanapun dibelahan bumi ini secara tepat dan akurat baik secara lokasi, kecepatan, arah dan waktu. Namun teknologi GPS itu tidak berfungsi maksimal apabila lokasi dari HP yang akan ditemukan berada didalam ruangan. GPS berbasiskan "satellites track position" yang terdiri atas :
- Standar Positioning Service : Keakuratan sejauh 100 meter
- Precise Positioning Service : Keakuratan sejauh 10 meter, awalnya hanya untuk militer
- Random-error signal

Kekurangan GPS:
- Mahal
- Kehilangan kekuatan sinyal melalui jarak jauh

 Selanjutnya, saya akan menjelaskan macam-macam metode teknologi lokasi (location technology) yang digunakan sebagai media pendukung ke 3 teknologi (Cell-ID, Location-ID, GPS) diatas : 


1. Teknologi Cell Of Origin (CoO) -> metode paling primitif saat ini
CoO dibangun berdasarkan penentuan lokasi oleh kita sendiri (lokasi hanya pada towe tertentu) dan teknologi CoO ini tidak dapat menemukan posisi penelepon berbeda jika dibandingkan dengan teknologi GPS tadi.


Karakteristik CoO *lihat gambar dibawah ini :

Figure 1 Ilustrasi Penjelasan metode CoO


2. Teknologi Angle Of Arrival (AoA) 
AoA dibangun untuk menemukan posisi berdasarkan pada sudut yang dibentuk oleh selular dengan 2 atau lebih tower. Teknologi ini menggunakan sinyal gelombang longitude dan latitude. Namun teknologi ini bila dibangun atau dibuat didaerah perkotaan kurang begitu bagus karena banyak bangunan penghalan.
Karakteristik AoA *lihat gambar dibawah ini :


Figure 2 Ilustrasi Penjelasan metode AoA
Berikutnya pertanyaan akan muncul..Bagaimana apabila kita ingin menerapkan teknologi LBS tersebut menggunakan teknologi komunikasi wireless (Wireless Communications) pada perangkat yang lain selain berbasis mobile phones (HP) misalnya Laptop, PC, PDAs ??



nantikan artikel selanjutnya klo saya udah pulang kuliah..hheehe.. ^^













Baca Selengkapnya..

Kerangka Karangan

Pengertian Kerangka Karangan
Kerangka karangan merupakan rencana penulisan memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang digarap, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Manfaat dari sebuah karangan :
1. Menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
2. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.
3. Memudahkan kita menulis karangan secara teratur.
4. Menghindari penggandaan topik
5. Memudahkan penulis dalam mencari materi pendukung.

Macam-macam susunan kerangka karangan  : 
1. Pola Alamiah
adalah sebuah susunan atau pola urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata dialam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu berdasarkan urutan ruang, urutan waktu dan urutan topik yang ada.

Terdiri atas :
-) Berdasarkan urutan ruang
-) Berdasarkan urutan waktu
-) Berdasarkan urutan topik yang ada

2. Pola Logis
Pola logis merupakan berdasarkan urutan, terdiri atas :
-) Klimaks - AntiKlimaks
-) Umum - Khusus
-) Sebab - Akibat
-) Proses

Sistem Penomoran Pada Kerangka Karangan 
Agar tingkatan-tingkatan jelas hubungannya, dipergunakan simbol-simbol dan tipografi yang konsisten bagi tingkat yang sederajat.
Simbol-simbol berupa :

Topik tingkat 1 : angka romawi I, II, III dan seterusnya
Topik tingkat 2 : huruf kapital A, B, C dan seterusnya
Topik tingkat 3 : angka arab 1, 2, 3 dan seterusnya
Topik tingkat 4 : huruf kecil a, b, c dan seterusnya
Topik tingkat 5 : angka arab dalam kurung (1), (2), dan seterusnya
Topik tingkat 6 : huruf kecil dalam kurung (a), (b), dan seterusnya

Syarat Kerangka karangan yang baik 
1. Pilih topik yang merupakan hal yang khas, kemudian tentukan tujuan yang akan dicapai dengan topik itu.
2. Dalam tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan.
3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
4. Harus menggunakan simbol yang konsisten.

Bentuk kerangka karangan
1. Kerangka topik
2. Kerangka kalimat
3. Gabungan kerangka topik dan kerangka kalimat

Penjelasan :
- Kerangka topik
terdiri atas kata atau frasa. Ini lebih banyak dipakai misalnya ;

I. Topik : Kaus
Tujuan : Produksi Industri Dalam Negeri
Tema : Penggunaan Kaus Dalam Negeri

II. Jenis-Jenis Kaus
         A. Kaus yang dipakai sehari-hari
         B. Kaus untuk olahraga
             1. Basket
             2. Senam

III. Bahan Dasar
              a. Kapas
              b. Kain
Baca Selengkapnya..

Studi_Kasus PBO

1. Buatlah catatan siswa yang lebih khusus yang berisi informasi tambahan tentang pengetahuan komputer siswa. Tugasnya adalah meng-extend class StudentRecord yang mengimplementasikan pelajaran sebelumnya. Cobalah untuk meng-override beberapa method yang ada dalam superclass StudentRecord.

2. Buatlah class abstract yang dinamai Shape dengan method abstract getArea() dan getName(). Tulis dua subclasses-nya yaitu Circle dan Square.

1.(Nama_File= StudentRecord.java ->

/*
Kita membuat terlebih dahulu class dari StudentRecord yang berisi (nama, alamat, umur, nilai_matematika, nilai_bahasa_inggris, nilai_pengetahuan_umum, rata-rata, jumlah_siswa) hanya saja kita tambahkan 1 lagi informasi tentang pengetahuan komputer siswa. Kemudian saya implementasikan dan saya override beberapa method yang ada dalam superclass StudentRecord kedalam subclass baru.
*/

public class StudentRecord {
public String name;
private String address;
private int age;
private double mathGrade;
private double englishGrade;
private double scienceGrade;
private double average;
private static int studentCount;

/*Menghasilkan nama dari Siswa*/

public String getName(){
return name;
}
/*Mengubah nama siswa */

public void setName( String temp ){
name = temp;
}

/* Menghitung rata – rata nilai Matematik, Bahasa Inggris, Ilmu Pasti */

public double getAverage(){
double result = 0;
result = ( mathGrade+englishGrade+scienceGrade )/3;
return result;
}/** * Menghasilkan jumlah instance StudentRecord */
public static int getStudentCount(){
return studentCount;
}
}

class StudentRecord_Implementasinya {

public static void main( String[] args ){
//membuat 3 object StudentRecord
StudentRecord annaRecord = new StudentRecord();
StudentRecord beahRecord = new StudentRecord();
StudentRecord crisRecord = new StudentRecord();

//Memberi nama siswa
annaRecord.setName("Anna");
beahRecord.setName("Beah");
crisRecord.setName("Cris");
//Menampilkan nama siswa “Anna”
System.out.println( annaRecord.getName() );

//Menampilkan jumlah siswa
System.out.println("Count="+StudentRecord.getStudentCount());
}
}

/*Untuk override, method getName dalam subclass*/

class apaajabole extends StudentRecord{
@Override
public String getName(){
System.out.println("Student: Fendy_Ganteng");
return name;
}
}


2.(Nama_File= Shape .java) -> Misalnya membuat class abstrak untuk menghitung jari-jari lingkaran dan nama bangun ruang. Program sederhananya saya buat sebagai berikut :

public abstract class Shape {
private String nama;
Shape(String aNama) {
nama=aNama;
}
public String getName() {
return nama;
}
public abstract float getArea();
}
class Circle extends Shape {
private int jari2;
Circle(String aNama) {
super(aNama);
jari2= 3;
}
public float getArea() {
float area;
area = (float) (3.14 * jari2 * jari2);
return area;
}
}
class Square extends Shape {
private int sisi;
Square(String aNama) {
super(aNama);
sisi = 3;
}
public float getArea() {
int area;
area = sisi * sisi;
return area;
}
}

Semoga Bermanfaat !! ^^
Baca Selengkapnya..

Pengertian Tema, Judul, Topik

TEMA

Tema : adalah persoalan utama yang diungkapkan oleh pembuat cerita didalam sebuah karya tulis, novel, cerpen, puisi. tema biasa didapat dari suatu keadaan atau motif tertentu yang terdiri dari suatu objek peristiwa kejadian atau lainnya. Berdasarkan pemahaman dari referensi yang lain dinyatakan bahwa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang didasarkan pada sebuah karya sastra dan diungkap langsung maupun tidak langsung.

JUDUL

Judul : adalah perincian atau penjabara dari topik, jika melihat labih spesifik lagi judul itu menyiratkan permasalahan atau topik cerita yang akan dibahas. Judul itu tidak harus sama dengan isi topik. Judul biasa dibuat  setelah kita menentukan tema, sehingga bisa terlihat adanya kecocokan atau keterkaitan antara tema dan judul dari cerita yang kita buat. Judul hanya menyebutkan ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari tulisan kita. Hal ini tentu akan memudahkan pembaca membayangkan apa yang akan diceritakan atau diuraikan dalam karya tulisan kita.

Syarat dari Sebuah Judul :
1. Harus relevan ->judul harus mempunyai keterkaitan dengan temanya atau dengan beberapa bagian yang penting dari tema tersebut.

2. Judul harus dapat menimbulkan  keingintahuan pembaca terhadap isi cerita kita.

3. Harus singkat ->tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat.

4. Menarik perhatian.

5. Menggambarkan garis besar (inti) pembahasan

TOPIK

Topik : adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kalinya ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik awal tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut. Ada beberapa hal agar sebuah topik itu dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan dan permasalahan apa yang akan dibahas.

Topik : Pemandangan
Sumber : 
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080818103901AAmitN3
Baca Selengkapnya..

Pembahasan Paragraf

Pengertian :



Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain yaitu alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan.

Paragraf  terdiri atas beberapa kalimat, yaitu sebuah kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas dan kalimat penunjang. Kalimat-kalimat penunjang itu dinamakan supporting statements. Supporting statements dibedakan atas dua, yaitu primary supporting dan secondary supporting. Secara skematis bagan paragraf secara umum dan sederhana adalah sebagai berikut.

(1) Kalimat topik atau kalimat utama, ditunjang oleh

(2) Primary supporting, yang didukung oleh

(3) Secondary supporting.

Syarat & Unsur dari Paragraf :

Pada tiap Aline/Paragraf setidaknya harus memiliki hal berikut:

1. Kalimat Utama / Umum(KU)
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.

2. Kalimat Penjelas /Khusus (KP)
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Berdasarkan Bentuk Paragraf Terdiri Dari: 


1. Paragraf Deduktif, yaitu inti paragraf di awal paragraf

Contoh Paragraf Induktif ('khusus- umum')
Hari ini dirinya terlihat bijaksana sekali. Dengan berpakaian jas berwarna hitam, celana panjang berwarna hitam, kemeja berwarna putih, serta dasi yang dikenakannya. Tidak lupa sepatu berwarna hitamnya dan Tas kesayangannya yang ia jinjing. Saat ia pergi, yang terbayang di benak saya adalah bagaimana cara dia bekerja keras untuk menghidupi kami. Bila ia sedang tidak ada, kami merasa kehilangan canda tawanya. Setelah ia pulang, terlihat lelah di wajahnya, namun semua itu ia lakukan dengan sangat ikhlas. Dialah ayah saya yang saya sangat cintai.

2. Paragraf Induktif, yaitu inti paragraf di akhir paragraf

Contoh Paragraf Deduktif  ('umum - khusus')
Tanaman perlu perawatan. Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyiram setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. Apalagi perawatan tanaman dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga dapat dinikmati dengan puas. Tanaman yang baik tentunya akan membuat halaman rumah kita akan terasa lebih nyaman. Dan tanaman yang bersih, dapat berpengaruh positif untuk kesehatan kita.

3. Paragraf Campuran, yaitu inti paragraf ada di awal paragraf dan di akhir paragraf

Contoh Paragraf Campuran 
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan dapat hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Dimanapun kita berada, dan aktivitas apapun yang kita lakukan pastinya membutuhkan manusia lainnya. Contohnya, dalam hal perdagangan, pembeli membutuhkan penjual, dan penjual membutuhkan pembeli. Dan di dalam hal pendidikan, kita mencari ilmu dengan perantara / bantuan manusia lainnya. Bayangkan? Bila kita hidup secara individualis, apa yang akan terjadi? Tentu saja kita tidak dapat menjalankan segala aktivitas. Oleh karena itu, kehadiran manusia di samping manusia yang lainnya merupakan hal yang sangat penting.

4. Paragraf Ineratif, yaitu inti paragraf ada di tengah-tengah paragraf

Berdasarkan Jenis Paragraf Terdiri Dari:


1. Paragraf Narasi
(adalah menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologinya.)
Contoh :
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta.
2. Paragraf Deskripsi
(adalah menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata.)
Contoh :
Gadis kecil itu. Ia terus memandangi lautan yang biru. Gulungan riak-riak kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus menyapu lembut kulit kakinya. Deburan suara ombak mengisiki telinganya. Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut. Laut yang semakin biru sampai ambang cakrawala.Ia memandangi nelayan yang tengah menepi. Memandangi pulau kecil nan jauh di seberang sana. Ia benci laut! Gadis itu benci laut, karena di sanalah kedua orang tuanya meninggal.
3. Paragraf Eksposisi
(adalah menguraikan suatu kejadian dengan sejelas-jelasnya agar pembaca dapat mudah memahami dan meperoleh kejelasan dari apa yang dibaca.)
Contoh :
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.
4. Paragraf Argumentasi
(adalah berisi fakta-fakta yang tidak untuk persuasif(mempengaruhi/mengajak) melainkan hanya menegaskan pendapat penulis.)
Contoh:
Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Christian Ronaldo benar-benar pemain bola luar biasa abad ini.
5. Paragraf Persuasi
(adalah berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama dengan penulis.)
Contoh:
Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.
Bagian dari Paragraf yang Baik adalah :

Paragraf yang baik bisa digunakan untuk berkomunikasi secara jelas dan padat, harus merupakan kesatuan.
Berikut dikemukakan beberapa saran yang dapat membantu kita dalam hal menyusun paragraf yang baik.

(1) Pastikan bahwa paragraf kita mempunyai ide pokok yang kita tuangkan pada kalimat utama. Tempatkan kalimat utama pada awal atau akhir paragraf, atau pada bagian tengah paragraf jika kita terbiasa menggunakan metode demikian.

(2) Fokuskan secara jelas detil-detil penunjang berupa primary supporting pada ide pokok paragraf.

(3) Apabila kita merasa bahwa primary supporting saja belum cukup menunjang ide pokok, tambahkan secondary supporting yang memperjelas detil-detil primary supporting.

(4) Jelaskan agar kita tidak menambahkan tertiery supporting sebagai pendukung secondary supporting. Hal ini akan menyebabkan paragraf kita menjadi kabur. Sebaiknya ide baru itu ditempatkan pada paragraf berikutnya.


Sumber_terkait dapat dilihat di: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf
http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia
http://www.scribd.com/doc/9407510/jenisjenis-paragraf
http://karangan-dhesy.blogspot.com/2008/04/unsur-paragraf.html
Baca Selengkapnya..

Kalimat Efektif

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF
Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis serta dapat diterima maksudnya/arti serta tujuannya seperti yang di maksud penulis /pembicara.

Ciri dari kalimat efektif:

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal. Misalnya :

Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.

Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan)

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula. Misalnya :

Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.

Kalimat itu harus diubah menjadi :

Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan

Atau :

Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat. Misalnya :

Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.


Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:

Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.


4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.

Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.

Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain

2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.

• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan
–kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?

• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.

Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak,antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan
makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.

Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.

Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya ;

Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.



Baca Selengkapnya..

Tugas PBO (3)

Instruksi :
NILAI
Ambil tiga nilai ujian dari user dan hitung nilai rata-rata dari nilai tersebut. Berikan output rata-rata dari tiga ujian. Berikan juga smiley face pada output jika nilai rata-rata lebih besar atau sama dengan 60, selain itu beri output :-(.
1. Gunakan BufferedReader untuk mendapat input dari user, dan System.out untuk output hasilnya.
2. Gunakan JOptionPane untuk mendapat input dari user, dan System.out untuk output hasilnya.


Penjelasan :*Pada dasarnya hampir sama seperti Tugas PBO (2), hanya saja sedikit yang berbeda, nilai kali ini yang kita input adalah dalam bentuk numerik/angka/nilai bukan string. temen-temen perlu mengetahui bahwa pada pembuatan jenis inputan melalui keyboard dimana digunakan metode BufferedReader dan JOptionPane hanya mengenal tipe masukan string. Sehingga teman-teman harus mengkonversi / meng parse nilai string tersebut kedalam bentuk integer menggunakan syntax java yaitu : 
nama_var_baru=Interger.parseInt(nama_var_string);
selain meng parse variabel baru menjadi tipe integer, temen-temen juga bisa menampilkan nilai yang telah di parse tersebut ke tampilan output pada JOptionPane.showMessageDialog padahal klo secara logika kita yg ditampilkan oleh JOptionPane.showMessageDialog adalah selalu bertipe data string? dengan menggunakan syntax java yang ada berikut ini teman-teman dapat meng parse nilia integer tersebut ke bentuk string kembali yaitu :
nama_var_baru=Integer.toString(nama_var_integer);
Berikut Listing Program 1 (nama file: jv1.java)
package t4gas_pbo;
import javax.swing.JOptionPane;

public class jv1
{
public static void main(String[]args)
{
int a=0;
int b=0;
int c=0;
int rata=0;

String input1="";
String input2="";
String input3="";
String hasil="";
String senyum="";

input1=JOptionPane.showInputDialog("Nilai1:" );
input2=JOptionPane.showInputDialog("Nilai2:" );
input3=JOptionPane.showInputDialog("Nilai3:" );

a=Integer.parseInt(input1);
b=Integer.parseInt(input2);
c=Integer.parseInt(input3);

rata=(a+b+c)/3;

if(rata>60){
senyum=":D";
}else
senyum=":(";

hasil +=(hasil)+(" Menghitung Rata-rata")+"\n";
hasil +="\n";
hasil +="Nilai 1:"+Integer.toString(a)+"\n";
hasil +="Nilai 2:"+Integer.toString(b)+"\n";
hasil +="Nilai 3:"+Integer.toString(c)+"\n";

hasil +="\n";
hasil +="Hasil Rata-rata= "+Integer.toString(rata)+"\n"+"\n"+"\n";
JOptionPane.showMessageDialog(null,hasil+"Ekspresi"+" "+senyum);
}
}
Hasil Output Setelah di RUN : 













Baca Selengkapnya..

SISTEM INFORMASI AKUTANSI Part2

(Lanjutan catatan yang saya tulis dari Part 1)

Perlu diingat bahwa sistem sering terdiri dari subsistem. Jadi tiap tahap dalam rantai nilai organisasi adalah sebuah sistem yang terdiri satu kumpulan bebagai aktivitas. Sebagai contoh, tahap pemasaran dan penjualan melobatkan aktivitas-aktivitas seperti penelitian pasar, menghubungi para pelanggan lewat telepon, memproses pesanan, dan menyetujui kredit. Sebagai tambahan, rantai nilai organisasi itu sendiri adalah suatu bagian dari sistem yang lebih besar. Organisasi berinteraksi dengan para pemasok, distributor, dan pelanggan. Sistem yang diperluas membentuk rantai persediaan (supply chain), dimulai dari bahan mentah pemasok ke pabrik-pabrik, kemudian didistribusikan kedistributor, kemudian ke para pengecer(retailer) dan diterima oleh konsumen. Seperti yang diperlihatkan di gambar, sistem yang diperluas ini membentuk rantai persediaan (supply chain) :
Bagaimana SIA dapat menambah nilai bagi organisasi.

Model rantai nilai menunjukan bahwa SIA adalah aktivitas pendukung. Jadi, SIA dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu, agar kelima aktivitas utama rantai dapat dilaksanakan dengan lebih efektif dan efisien. SIA yang dirancang dengan baik dapat menambah nilai bagi organisasi dengan cara:

1. Memperbaiki kualitas dan mengurangi biaya untuk menghasilkan produk atau jasa
2. Memperbaiki efisiensi 
3. Memperbaiki pengambilan keputusan
4. Berbagai pengetahuan

Pengambilan Keputusan

Karakteristik Informasi Yang Berguna

Relevan 
Informasi itu relevan jika mengurangi ketidakpastian, memperbaiki kemampuan pengambilan keputusan untuk membuat prediksi, mengkonfirmasikan atau memperbaiki ekspektasi mereka sebelumnya.

Andal 
Informasi itu andal jika bebas dari kesalahan atau penyimpangan dan secara akurat mewakili kejadian atau aktifitas organisasi.

Lengkap
Informasi itu lengkap jika tidak menghilangkan aspek-aspek penting dari kejadian yang merupakan dasar masalah atau aktivitas-aktivitas yang diukurnya.

Tepat waktu
Informasi itu tepat waktu jika diberikan pada saat yang tepat untuk memungkinkan pengambilan keputusan menggunakannya dalam membuat keputusan.

Dapat dipahami
Informasi dapat dipahami jika disajikan dalam bentuk yang dapat dipakai dan jelas.

Dapat diverivikasi 
Informasi dapat diverivikasi jika dua orang dengan pengetahuan yang baik bekerja secara independent dan masing-masing akan menghasilkan informasi yang sama.

SIA & Strategi Korporat

Strategi dan Posisi Strategis
Michael Porter, beraugmentasi bahwa ada dua strategi dasar bisnis yang dapat diikuti oleh perusahaan, yaitu :
1. Srategi diferensiasi produk, memerlukan penambahan beberapa fitur atau pelayanan atas produk anda yang tidak dapat diberikan oleh para pesaing. Dengan melakukan hal ini, perusahaan akan dapat menetapkan harga premium ke para pelanggannya.

2. Strategi biaya rendah (low cost) memerlukan perjuangan untuk menjadi penghasil suatu produk atau jasa yang paling efisien.

Porter beraugmentasi bahwa perusahaan dengan pilihan terbatas harus memilih sebuah posisi strategis yang ingin mereka adopsi. Porter menggambarkan tiga posisi strategi dasar, yaitu :

1. Posisi strategis berdasar keanekaragaman(variety-based) melibatkan produksi atau penyedia sebagian dari produk atau jasa dalam industri tertentu.

2. Posisi strategis berdasar kebutuhan(needs-based) melibatkan usaha untuk melayani hampir seluruh kebutuhan dari kelompok pelanggan tertentu.

3. Posisi strategis berdasar akses(acces-based) melibatkan sebagian pelayanan yang berbeda dari pelanggan lainnnya dalam hal faktor-faktor seperti lokasi geografis atau ukuran.

Teknologi Informasi dan Strategis Bisnis
Perkembangan teknologi informasi dapat mempengaruhi strategi. Internet sangat mempengaruhi cara berbagai tahapan rantai nilai dilaksanakan. Sebagai contoh, untuk produk-produk yang dapat diubah menjadi data digital, Internet memungkinkan organisasi untuk secara signifikan mempersingkat aktivitas inbound dan outbound logistics mereka.

Selain secara langsung mempengaruhi cara-cara organisasi menjalankan aktivitas-aktivitas rantai nilai mereka, internet juga dapat secara signifikan mempengaruhi baik strategi dan posisi strategis.

Peran SIA
SIA didalam suatu organisasi memainkan peran penting dalam membantu organisasi mengadopsi dan mempertahankan posisi strategis. Mencapai kesesuaian yang baik antar aktivitas membutuhkan pengumpulan data tiap aktivitas. Hal lain juga penting adalah sistem informasi harus mengumpulkan dan mengintegrasikan baik data keuangan maupun non-keuangan dari aktivitas-aktivitas organisasi.


Baca Selengkapnya..