Gabung Ke Forum Saya Di 4KA01

Computer Vision

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati atau diobservasi. Arti dari Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi,  Computer Vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem.

Pada Computer Vision terdapat  kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola yang hubungannya dapat dilihat pada gambar berikut.


Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi, computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem computer vision.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System). Perbedaannya adalah Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola. Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra atau gambar. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi atau pesan yang disampaikan oleh gambar atau citra.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control
 

Baca Selengkapnya..

Softskill Minggu Ke-8 (Bahasa Indonesia 2)

PENGERTIAN PROPOSAL
Pengertian dari proposal adalah sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelasan sebuah tujuan kepada si pembaca (individu atau perusahaan) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada si pembaca, sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

JENIS-JENIS PROPOSAL
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitatif

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.

2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif

Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

SYARAT-SYARAT PROPOSAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Dilihat dari Aspek :

A. JUDUL PENELITIAN
Setelah kita membahas bagaimana cara menemukan masalah, langkah selanjutnya adalah membuat Judul Penelitian. Dalam membuat judul penelitian, beberapa hal yang harus diketahui adalah judul itu harus:

1. Komunikatif, mudah dipahami maksudnya oleh pembaca
2. Memuat variabel penelitian
3. Menjawab apa yang ingin ditingkatkan
4. Dengan cara apa/upaya apa untuk meningkatkannya.
5. Sasaran dan Lokasi tercermin dalam judul;
6. Banyak kata sekitar 15-20 kata

Judul penelitian hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas mewakili gambaran tentang masalah yang akan diteliti dan tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan atau sebagai solusi terhadap masalah yang dihadapi. Alasan pemilihan judul juga harus:

* Menarik minat
* Layak diteliti
* Bermanfaat bagi masyarakat, dll.

Contoh judul penelitian antara lain :

1. Inovasi Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sekitar (IPAS) Pokok Bahasan Kimia Lingkungan Melalui Pembuatan Film tentang Pencemaran Lingkungan Sekitar Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak 1 SMK Negeri 8 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007 (Oleh : Ardan Sirodjuddin, S.Pd.)
2. Pembelajaran Berbasis Project Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari Tahun Pelajaran 2007/2008 (Oleh : Dra. Sri Wahyuni Dwiyanti M.Pd).
3. Penggunaan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas III IPS SMA Negeri 1 Randublatung Pada Semester I Tahun Pelajaran 2004/2005. (Oleh : Juremi)
4. Penggunaan “Dakon Elektron” Dalam meningkatkan Keefektifan Proses Pembelajaran IPA Kelas I Kecantikan Kulit Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2004/2005 SMK Negeri 1 Tegal (Oleh : Ibnu Hajar Dewantoro).

B. BIDANG ILMU
Tuliskan bidang ilmu (Jurusan) dari Ketua Peneliti dan kajian masalah yang diteliti. Bidang penelitian yang diteliti sebaiknya relevan dengan disiplin ilmu guru, misalnya guru matematika tidak membahas pembelajaran yang ada di pelajaran Biologi. Begitupun sebaliknya. Terkecuali penelitian yang ditekuninya masih ada hubungannya dengan disiplin ilmu yang dimiliki. Contohnya pembuatan media pembelajaran.

C. PENDAHULUAN
Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran. Dalam pendahuluan harus dikemukakan:

1. Latar belakang masalah secara jelas dan sistematis, yang meliputi:

a. Uraian tentang kedudukan mata pelajaran dalam kurikulum (semester, mata pelajaran yang ditunjang dan mata pelajaran penunjang);

b. Gambaran umum isi mata pelajaran tsb termasuk pembagian waktunya (lampirkan Analisis Instruksional, RPP, Silabus dari mata pelajaran yang bersangkutan);

c. Metode pembelajaran yang digunakan saat ini.

2. Masalah yang dihadapi guru ditinjau dari hasil belajar yang dicapai siswa selama

proses pembelajaran.

Kriteria masalah yang dapat dibuat PTK adalah :

* Masalah di sekolah/di kelas
* Layak diteliti dan terjangkau PTK
* Perlu ada: identifikasi masalah; analisis masalah.
* Rumusan masalah: singkat; jelas; operasional.
* Bukan permasalahan individual siswa, tetapi masalah kelas;

D. PERUMUSAN MASALAH
Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi, dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan diambil dan hasil positif yang diantisipasi.

Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di kelas, penting dan mendesak untuk dipecahkan. Setelah didiagnosis (diidentifikasi) masalah penelitiannya, selanjutnya perlu diidentifikasi dan dideskripsikan akar penyebab dari masalah tersebut.

Pada perumusan masalah perlu diperhatikan :

Substansi:

Perlu mempertimbangkan bobot dan manfaat tindakan yang dipilih untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki pembelajaran

Orisinalitas (tindakan):

Perlu mempertimbangkan belum pernah tidaknya tindakan dilakukan guru sebelumnya

Formulasi: dirumuskan dalam kalimat tanya, tidak bermakna ganda, lugas menyatakan secara eksplisit dan spesifik apa yang dipermasalahkannya, dan tindakan yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut

Teknis:

Mempertimbangkan kemampuan peneliti untuk melaksanakan penelitian, seperti kemampuan metodologi penelitian, penguasan materi ajar, teori, strategi dan metodologi pembelajaran, kemampuan menyediakan fasilitas (dana, waktu, dan tenaga).

Contoh perumusan masalah :

* Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan prestasi belajar geografi khusus kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan pada siswa kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
* Apakah pembelajaran berbasis project dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran pada kompetensi dasar keterampilan dasar peta dan pemetaan kelas XII IPS SMA Muhammadiyah Wonosari tahun 2007/2008 ?
* Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?
* Apakah pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa SMPN 5 Jepara?

E. CARA PEMECAHAN MASALAH
Uraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas (yang meliputi: perencanaan-tindakan-observasi/ evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus). Cara pemecahan masalah telah menunjukkan akar penyebab permasalahan dan bentuk tindakan (action) yang ditunjang dengan data yang lengkap dan baik.

F. TINJAUAN PUSTAKA
Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.

G. TUJUAN PENELITIAN
Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya.

H. KONTRIBUSI HASIL PENELITIAN
Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran, sehingga tampak manfaatnya bagi siswa, guru, maupun komponen pendidikan lainnya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini.

I. METODE PENELITIAN
Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.

J. JADWAL PENELITIAN
Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Contohnya, jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan.

K. PERSONALIA PENELITIAN
Jumlah personalia penelitian maksimal 3 orang. Uraikan peran dan jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan. Rincilah nama peneliti, golongan, pangkat, jabatan, dan lembaga tempat tugas, sama seperti pada Lembar Pengesahan. 

sumber : http://mystroberi.blogspot.com/2010/10/sistematika-proposal.html
sumber : http://ghadizluthu.blogspot.com/2010/06/pengertian-proposal.html 
Baca Selengkapnya..

Pengertian Tema, Judul, Topik

TEMA

Tema : adalah persoalan utama yang diungkapkan oleh pembuat cerita didalam sebuah karya tulis, novel, cerpen, puisi. tema biasa didapat dari suatu keadaan atau motif tertentu yang terdiri dari suatu objek peristiwa kejadian atau lainnya. Berdasarkan pemahaman dari referensi yang lain dinyatakan bahwa tema sebagai satu gagasan, fikiran atau persoalan utama yang didasarkan pada sebuah karya sastra dan diungkap langsung maupun tidak langsung.

JUDUL

Judul : adalah perincian atau penjabara dari topik, jika melihat labih spesifik lagi judul itu menyiratkan permasalahan atau topik cerita yang akan dibahas. Judul itu tidak harus sama dengan isi topik. Judul biasa dibuat  setelah kita menentukan tema, sehingga bisa terlihat adanya kecocokan atau keterkaitan antara tema dan judul dari cerita yang kita buat. Judul hanya menyebutkan ciri-ciri yang utama atau yang terpenting dari tulisan kita. Hal ini tentu akan memudahkan pembaca membayangkan apa yang akan diceritakan atau diuraikan dalam karya tulisan kita.

Syarat dari Sebuah Judul :
1. Harus relevan ->judul harus mempunyai keterkaitan dengan temanya atau dengan beberapa bagian yang penting dari tema tersebut.

2. Judul harus dapat menimbulkan  keingintahuan pembaca terhadap isi cerita kita.

3. Harus singkat ->tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frasa yang panjang, tetapi harus berbentuk kata atau rangkaian kata yang singkat.

4. Menarik perhatian.

5. Menggambarkan garis besar (inti) pembahasan

TOPIK

Topik : adalah inti utama dari seluruh isi tulisan yang hendak disampaikan atau lebih dikenal dengan topik pembicaraan. Topik adalah hal yang pertama kalinya ditentukan ketika penulis akan membuat tulisan. Topik awal tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut. Ada beberapa hal agar sebuah topik itu dikatakan baik, diantaranya adalah topik tersebut harus mencakup keseluruhan isi tulisan, yakni mampu menjawab pertanyaan dan permasalahan apa yang akan dibahas.

Topik : Pemandangan
Sumber : 
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080818103901AAmitN3
Baca Selengkapnya..

Pembahasan Paragraf

Pengertian :



Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain yaitu alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Sebuah paragraf (dari bahasa Yunani paragraphos, "menulis di samping" atau "tertulis di samping") adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan.

Paragraf  terdiri atas beberapa kalimat, yaitu sebuah kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas dan kalimat penunjang. Kalimat-kalimat penunjang itu dinamakan supporting statements. Supporting statements dibedakan atas dua, yaitu primary supporting dan secondary supporting. Secara skematis bagan paragraf secara umum dan sederhana adalah sebagai berikut.

(1) Kalimat topik atau kalimat utama, ditunjang oleh

(2) Primary supporting, yang didukung oleh

(3) Secondary supporting.

Syarat & Unsur dari Paragraf :

Pada tiap Aline/Paragraf setidaknya harus memiliki hal berikut:

1. Kalimat Utama / Umum(KU)
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.

2. Kalimat Penjelas /Khusus (KP)
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Berdasarkan Bentuk Paragraf Terdiri Dari: 


1. Paragraf Deduktif, yaitu inti paragraf di awal paragraf

Contoh Paragraf Induktif ('khusus- umum')
Hari ini dirinya terlihat bijaksana sekali. Dengan berpakaian jas berwarna hitam, celana panjang berwarna hitam, kemeja berwarna putih, serta dasi yang dikenakannya. Tidak lupa sepatu berwarna hitamnya dan Tas kesayangannya yang ia jinjing. Saat ia pergi, yang terbayang di benak saya adalah bagaimana cara dia bekerja keras untuk menghidupi kami. Bila ia sedang tidak ada, kami merasa kehilangan canda tawanya. Setelah ia pulang, terlihat lelah di wajahnya, namun semua itu ia lakukan dengan sangat ikhlas. Dialah ayah saya yang saya sangat cintai.

2. Paragraf Induktif, yaitu inti paragraf di akhir paragraf

Contoh Paragraf Deduktif  ('umum - khusus')
Tanaman perlu perawatan. Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyiram setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. Apalagi perawatan tanaman dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga dapat dinikmati dengan puas. Tanaman yang baik tentunya akan membuat halaman rumah kita akan terasa lebih nyaman. Dan tanaman yang bersih, dapat berpengaruh positif untuk kesehatan kita.

3. Paragraf Campuran, yaitu inti paragraf ada di awal paragraf dan di akhir paragraf

Contoh Paragraf Campuran 
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan dapat hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Dimanapun kita berada, dan aktivitas apapun yang kita lakukan pastinya membutuhkan manusia lainnya. Contohnya, dalam hal perdagangan, pembeli membutuhkan penjual, dan penjual membutuhkan pembeli. Dan di dalam hal pendidikan, kita mencari ilmu dengan perantara / bantuan manusia lainnya. Bayangkan? Bila kita hidup secara individualis, apa yang akan terjadi? Tentu saja kita tidak dapat menjalankan segala aktivitas. Oleh karena itu, kehadiran manusia di samping manusia yang lainnya merupakan hal yang sangat penting.

4. Paragraf Ineratif, yaitu inti paragraf ada di tengah-tengah paragraf

Berdasarkan Jenis Paragraf Terdiri Dari:


1. Paragraf Narasi
(adalah menceritakan suatu kejadian berdasarkan kronologinya.)
Contoh :
Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta.
2. Paragraf Deskripsi
(adalah menggambarkan suatu kejadian dengan kata-kata.)
Contoh :
Gadis kecil itu. Ia terus memandangi lautan yang biru. Gulungan riak-riak kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus menyapu lembut kulit kakinya. Deburan suara ombak mengisiki telinganya. Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut. Laut yang semakin biru sampai ambang cakrawala.Ia memandangi nelayan yang tengah menepi. Memandangi pulau kecil nan jauh di seberang sana. Ia benci laut! Gadis itu benci laut, karena di sanalah kedua orang tuanya meninggal.
3. Paragraf Eksposisi
(adalah menguraikan suatu kejadian dengan sejelas-jelasnya agar pembaca dapat mudah memahami dan meperoleh kejelasan dari apa yang dibaca.)
Contoh :
Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.
4. Paragraf Argumentasi
(adalah berisi fakta-fakta yang tidak untuk persuasif(mempengaruhi/mengajak) melainkan hanya menegaskan pendapat penulis.)
Contoh:
Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Christian Ronaldo benar-benar pemain bola luar biasa abad ini.
5. Paragraf Persuasi
(adalah berisi ajakan untuk merubah pendapat pembaca agar sama dengan penulis.)
Contoh:
Kita semua mengetahui bahawa kondisi lingkungan Kota Jakarta sudah sangat memprihatinkan. Banyak sekali sungai yang kotor akibat pembuangan limbah yang tidak teratur serta pencemaran udara akibat asap kendaraan bermotor yang semakin banyak. Ini semua dapat menyebabkan gangguan bagi makhluk hidup di Kota Jakarta, temasuk manusia. Pernapasan kita dapat terganggu dan keindahan Kota Jakarta tercemar. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita sebagai penduduk Kota Jakarta berusaha untuk melestarikan lingkungan kota ini dengan berbagai macam usaha. Di antaranya adalah dengan penghijauan, pembuatan taman kota, dan pelarangan membuang sampah di sembarang tempat. Ini semua dapat mengendalikan keindahan Kota Jakarta.
Bagian dari Paragraf yang Baik adalah :

Paragraf yang baik bisa digunakan untuk berkomunikasi secara jelas dan padat, harus merupakan kesatuan.
Berikut dikemukakan beberapa saran yang dapat membantu kita dalam hal menyusun paragraf yang baik.

(1) Pastikan bahwa paragraf kita mempunyai ide pokok yang kita tuangkan pada kalimat utama. Tempatkan kalimat utama pada awal atau akhir paragraf, atau pada bagian tengah paragraf jika kita terbiasa menggunakan metode demikian.

(2) Fokuskan secara jelas detil-detil penunjang berupa primary supporting pada ide pokok paragraf.

(3) Apabila kita merasa bahwa primary supporting saja belum cukup menunjang ide pokok, tambahkan secondary supporting yang memperjelas detil-detil primary supporting.

(4) Jelaskan agar kita tidak menambahkan tertiery supporting sebagai pendukung secondary supporting. Hal ini akan menyebabkan paragraf kita menjadi kabur. Sebaiknya ide baru itu ditempatkan pada paragraf berikutnya.


Sumber_terkait dapat dilihat di: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Paragraf
http://organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia
http://www.scribd.com/doc/9407510/jenisjenis-paragraf
http://karangan-dhesy.blogspot.com/2008/04/unsur-paragraf.html
Baca Selengkapnya..

Tugas Java (Istilah Java)









Istilah OOP dalam bidang programming bukan hal yang baru lagi. Lalu apa sebenarnya OOP itu. OOP atau Object Oriented Program adalah salah satu tehnik pemrograman dengan menciptakan class atau blueprint dari suatu objek. Class disini berfungsi sebagai dasar dari penciptaan object-object lain yang sejenis.
Sebagai contoh terdapat class Binatang. Class binatang sebagai blueprint dari seluruh binatang yang ada dibumi. Pada binatang terdapat atribut-atribut, misal atribut kaki, telinga, mata, ekor, umur, warna dan lainnya. Atribut pada OOP disebut juga sebagai variable. Pada binatang yang hidup dapat melakukan suatu gerak atau aktifitas yang disebut behavior(dalam OOP kita sebut Method).
BUAT TEMEN KELAS GW 3KA01 YANG NYASAR KESINI KUDU, MESTI, WAJIB, HARUS, BILANG "FENDY GANTENG" DI DALAM HATINYA.. HAHAHAAHAHAHA!!..
Class
Class binatang

public class Binatang{
String nama;
int kaki;
String telinga;
String mata;
}
Class Binatang adalah blueprint atau cetakan yang akan menghasilkan objek, dan binatang kucing, sapi, kuda, ayam, burung dan lain-lain adalah contoh objek.
Hasil dari blueprint yang berupa objek seperti kucing misalnya, masih dapat diturunkan menjadi objek-objek turunan. Dalam OOP yang kita kenal dengan inheritance.
Untuk lebih mendalami konsep OOP, perhatikan contoh program berikut ini:
Class Binatang(simpan dengan nama file Binatang.java)
public class Binatang{
//attribute object
String nama;
int kaki;
String telinga;
String mata;
}
Listing program dibawah ini digunakan untuk create, modifikasi, pemanggilan objek(simpan dengan nama MethodBinatang.java)
public class MethodBinatang{
public satic void main(String[] args){
//create object
Binatang kucing = new Binatang();
//init objek kucing
kucing.nama = “Anggora”;
kucing.kaki = 4;
kucing.telinga = “Panjang”;
kucing.mata = “coklat”;
//pencetakan atau pemanggilan atribut dari objek kucing.
System.out.println(“Jenis kucing : “+ kucing.nama”);
System.out.println(“Kaki kucing : “ +kucing.kaki);
System.out.println(“Telinga kucing : “+ kucing.telinga);
System.out.println(“Mata kucing : “+ kucing.mata);
}
}
Hasil dari listing program diatas.
run:
Jenis kucing : Anggora
Kaki kucing : 4
Telinga kucing : Panjang
Mata kucing : coklat
BUILD SUCCESSFUL (total time: 0 seconds)

Method
1. Pengertian
Method adalah aktifitas dari sebuah atau lebih objek, dimana aktifitas dari objek juga dapat diturunkan ke objek anaknya. Berbicara tentang method berarti kita bicara tentang kemampuan dari objek dalam melakukan aktifitasnya. Untuk objek yang sama dan dari turunan yang sama dapat memiliki perilaku yang berbeda. Sebagai contoh ada dua ekor anak kucing dengan induk yang sama, tetapi kucing yang lebih tua cenderung lebih friendly dengan manusia(sebagai contoh sikap adaptasi terhadap lingkungan). Bila objek diatas kita tambahkan method bahwa kucing memiliki kemampuan lari, lompat, mencakar dan bunyi. 


2. Penamaan Method
Nama method seharusnya berupa kata kerja atau ungkapan kata kerja. Penulisan method mengacu pada sintaks, dimana huruf pertama untuk setiap kata pertama adalah huruf kecil dan huruf pertama kata selanjutnya adalah huruf besar. Nama method umumnya juga mencerminkan operasi yang dilakukannya. Berikut adalah beberapa contoh : run, runFast, startEngine, getVehicle, setVehicle.


3. Pendefinisian Method
Pendefinisian method untuk mengembalikan nilai (fungsi) :


[modifiers] [type_return] [nama_method] ([parameter1], ..., [parameter N]) {
           [deklarasi-deklarasi dan proses];
           return [nilai_kembalian];
}

Pendefinisian method yang tidak mengembalikan nilai (prosedure) :
     
[modifiers] void [nama_method] ([parameter1], ..., [parameter N]) {
           [deklarasi-deklarasi dan proses];
}

Instance Method
Instance Method merupakan method yang hanya tersedia apabila instance dari suatu class dibuat.
Contoh :







class Vehicle {
    static final boolean RUN = true;
    static final boolean STOP = false;
    ...
    String vehicleName;
    String vehicleColor;
    int numberOfTire;
    boolean engineState;
    static String vehicleMaker;
    ...
    public void startEngine(boolean pEngineState) {
          engineState=pEngineState;
          if(engineState == RUN)
                System.out.println(“The engine is run”);
          else
                System.out.println(“The engine is stop”);
    }
    public boolean engineIsStart() {
          return engineState;
    }
}

Keterangan :
startEngine() merupakan instance method . returntype yang menggunakan keyword voidberarti method tidak mengembalikan suatu nilai.
Sedangkan engineIsStart() merupakan method yang mengembalikan nilai, sehingga harus menggunakan keyword return.

Cara menggunakan instance method harus dengan membuat instance dari class terlebih dahulu.

public static void main( String args[]){
    ...
    Vehicle vehicle1 = new Vehicle();
    vehicle1.startEngine(Vehicle.RUN);
    System.out.println(vehicle1.engineIsStart());
    ...
}
Perhatikan contoh method berikut:
Nama file Binatang.java
//blueprint binatang
public class Binatang{
//attribute object
String nama;
int kaki;
String telinga;
String mata;
//mendefinisikan method
void printDataBinatang(){
System.out.println(“Nama Binatang : “+ nama);
System.out.println(“Jumlah kaki : “+ kaki);
System.out.println(“Bentuk telinga : “+ telinga);
System.out.println(“Warna mata : “+ mata);
}
}
Pemanggilan dan inisialisasi method
Nama file MethodBinatang.java
public class MethodBinatang{
public satic void main(String[] args){
//create object
Binatang kucing = new Binatang();
//init objek kucing
kucing.nama = “Anggora”;
kucing.kaki = 4;
kucing.telinga = “Panjang”;
kucing.mata = “biru”;
//pencetakan dengan memanggil method objek kucing.
printDataBinatang();
}
}
Hasil dari listing program diatas.
run:
Nama Binatang : Anggora
Jumlah kaki : 4
Bentuk telinga : Panjang
Warna mata : coklat
BUILD SUCCESSFUL (total time: 1 second)

Konstruktor
Dalam OOP terdapat istilah konstruktor, destruktor. Konstruktor adalah inisialisasi objek saat diciptakan sebagai persiapan yang diperlukan oleh suatu objek agar berfungsi dengan baik. Syarat suatu function disebut sebagai konstruktor(perancangan).
1.Nama konstruktor harus sama dengan nama class
2.Tidak menspesifikasikan tipe data yang dikirim, sebab konstruktor dapat berupa function tanpa parameter.
Perhatikan contoh konstruktor dari class binatang berikut.
Nama file Binatang.java
public class Binatang{ //blueprint binatang
//attribute object
String nama;
int kaki;
String telinga;
String mata;
//membuat konstruktor tanpa parameter
//biasanya digunakan sebagai init default variable
public Binatang(){
this.nama = “”;
this.kaki = 0;
this.telinga = “”;
this.mata = “”;
}
//konstruktor dengan 1 parameter
//disebut juga konstruktor overloading dan juga sebagai bentuk polymorphism
public Binatang(int param1){
this.kaki = param1;
}
//konstruktor dengan 1 parameter
//disebut juga konstruktor overloading
public Binatang(int param1){
this.kaki = param1;
}
//mendefinisikan method
void printDataBinatang(){
System.out.println(“Nama Binatang : “+ nama);
System.out.println(“Jumlah kaki : “+ kaki);
System.out.println(“Bentuk telinga : “+ telinga);
System.out.println(“Warna mata : “+ mata);
}
//method untukkonstruktor dengan satu parameter
void printDataBinatang(int param1){
System.out.println(“Method dengan satu parameter”);
System.out.println(“Hanya punya kaki : “+ kaki);
}
}
Tambahkan pemanggilan method ke-2, nama file methodBinatang.java
public class MethodBinatang{
public satic void main(String[] args){
//create object
Binatang kucing = new Binatang();
//init objek kucing
int param1;
param1 = 1000;
kucing.nama = “Anggora”;
kucing.kaki = 4;
kucing.telinga = “Panjang”;
kucing.mata = “biru”;
//pencetakan dengan memanggil method objek kucing.
Kucing.printDataBinatang();
//pemanggilan method dengan satu parameter
kucing.printDataBinatang(param1);
}
}
Hasil dari listing program diatas.
run:
Nama Binatang : Anggora
Jumlah kaki : 4
Bentuk telinga : Panjang
Warna mata : coklat
Method dengan satu parameter
Hanya punya kaki : 1000
BUILD SUCCESSFUL (total time: 0 seconds)
Instance Variabel
Instance Variabel merupakan variabel yang dideklarasikan didalan sebuah class tapi diluar dari method. Variabel instance sama halnya dengan variabel class, tetapi tidak menggunakan kata static dalam pendeklarasiannya. Variabel instance terhubung dengan instance dari class. Jadi kita hanya bisa menggunakannya ketika membuat instance dari class. Karena static method tidak terhubung dengan instance dari class, kita tidak bisa menggunakan variabel instance dalam static methode dan memasukannya dalam main method.
BUAT TEMEN KELAS GW 3KA01 YANG NYASAR KESINI KUDU, MESTI, WAJIB, HARUS, BILANG "FENDY GANTENG" DI DALAM HATINYA.. HAHAHAAHAHAHA!!..

Class Variabel / Static Member Variabel
Instance Variabel atau dalam bahasa indonesianya Variabel class adalah variabel yang dapat diakses oleh semua method didalam class, termasuk static method seperti main. Ketika mendeklarasikan variabel class, ada 2 aturan dasar yang harus ditaati yaitu : 


1. Menempatkan deklarasi variabel dalam blok class, tetapi tidak dalam method yang berada dalam class. 


2. Anda harus memasukan kata static dalam pendeklarasian variabel. Kata static ditempatkan sebelum tipe variabel. 


Sebagai ilustrasi silahkan lihat contoh program dibawah ini : (nama file : SayHello.java)


public class SayHello
{
// declare class variable
static String helloMessage = "Hello Programmer";
public static void main(String args[])
{
System.out.println(helloMessage);
System.out.println(myNickNameIs);
}
// declare class variable
static String myNickNameIs = "ghaNOZ2480";
}

Bila melihat contoh program diatas, kita dapat menempatkan pendeklarasian variabel pada awal class atau akhir class, tetapi lebih baik ditempatkan diawal class agar lebih mudah dibaca. 

Baca Selengkapnya..