Gabung Ke Forum Saya Di 4KA01

Computer Vision

Computer Vision sering didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati atau diobservasi. Arti dari Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi,  Computer Vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem.

Pada Computer Vision terdapat  kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola yang hubungannya dapat dilihat pada gambar berikut.


Computer Vision adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Sebagai suatu disiplin ilmu, visi komputer berkaitan dengan teori di balik sistem buatan bahwa ekstrak informasi dari gambar. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis. Sebagai disiplin teknologi, computer vision berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem computer vision.

Computer Vision didefinisikan sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Cabang ilmu ini bersama Intelijensia Semu (Artificial Intelligence) akan mampu menghasilkan sistem intelijen visual (Visual Intelligence System). Perbedaannya adalah Computer Vision lebih mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Namun komputer grafika lebih ke arah pemanipulasian gambar (visual) secara digital. Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.

Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola. Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra/gambar (image). Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi/pesan yang disampaikan oleh gambar/citra.

Pengolahan Citra (Image Processing) merupakan bidang yang berhubungan dengan proses transformasi citra atau gambar. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan kualitas citra yang lebih baik. Sedangkan Pengenalan Pola (Pattern Recognition), bidang ini berhubungan dengan proses identifikasi obyek pada citra atau interpretasi citra. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak informasi atau pesan yang disampaikan oleh gambar atau citra.

Beberapa aplikasi yang dihasilkan dari Computer Vision antara lain :

1. Psychology, AI – exploring representation and computation in natural vision
2. Optical Character Recognition – text reading
3. Remote Sensing – land use and environmental monitoring
4. Medical Image Analysis – measurement and interpretation of many types of images
5. Industrial Inspection – measurement, fault checking, process control
6. Robotic – navigation and control
 

Baca Selengkapnya..

Pengantar Telematika


Pengertian Telematika
Sebagian besar  tidak asing lagi mendengar istilah “Telematika” jika dikaitkan dengan kehidupan trend saat ini Telematika berkaitan dengan pakar ilmu komputer yang  fungsinya sebagai menganalisa sesuatu yang berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Jika dilihat dari sejarahnya diketahui “Telematika” berasal dari bahasa perancis yaitu “Telematique” yang  jika diartikan sebagai titik pertemuan antara sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Banyak para pakar berpendapat bahwa Telematika adalah sebuah perpaduan dari 2 kata yakni “Telemunication” dan “Information” kedua hal ini adalah perpaduan yang juga diadopsi dari konsep Computing and Telematics (ICT).
Setelah memasuki era modern saat ini istilah “Telematika”  telah berkembang menjadi wacana Multimedia sehingga menimbulkan masalah baru dimana terjadi pergeseran makna yang mana arti Telematika itu sendiri berbasis teknologi informasi (IT)
Untuk mengerti makna  Telematika yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari
Tele=”Telekomunikasi”
Ma=”Multimedia”
Tika=”Informatika”
Perkembangan Telematika
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.
 

Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
 
Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;

Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;

Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;

Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.


Pengertian Arsitektur Telematika

Materi ini menjelaskan tentang pengertian arsitektur telematika yaitu sebuah struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.

Arsitektur telematika itu sendiri terdiri dari beberapa elemen seperti : arsitektur system pemrosesan, arsitektur telekomunikasi dan jaringan, arsitektur data. Dari ketiga elemen ini elemen ketiga merupakan elemen yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas. Arsitektur telematika juga terdapat beberapa model arsitektur seperti : Arsitektur Mainframe, Arsitektur File Sharing, Arsitektur Client/Server.

Arsitektur telematika mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system yang ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi sedangkan Manajemen Telematika yaitu arsitektur client-server, arsitektur client-server adalah desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi ketika mengakses server dalam suatu jaringan
Arsitektur Telematika Secara Client dan Server
Arsitektur Secara Client
Merujuk pada pelaksanaan data pada browser sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi eksekusi client dan contoh dari sisi penyimpanan pada client adalah cookie.

Karakteristik :
- Memulai terlebih dahulu permintaan ke server.
- Menunggu dan menerima balasan.
- Terhubung ke sejumlah kecil server pada waktu tertentu.
- Berinteraksi langsung dengan pengguna akhir, dengan menggunakan GUI.

Arsitektur Secara Server
Pada server side, ada sebuah server Web khusus yang bertugas mengeksekusi perintah dengan menggunakan standar metode HTTP. Misalnya penggunaan CGI script pada sisi server yang mempunyai tag khusus yang tertanam di halaman HTML. Tag ini memicu terjadinya perintah untuk mengeksekusi.

Karakteristik :
- Menunggu permintaan dari salah satu client.
- Melayani permintaan klien dan menjawab sesuai data yang diminta oleh client.
- Suatu server dapat berkomunikasi dengan server lain untuk melayani permintaan client.
- Jenis-jenisnya : web server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.

Secara umum Arsitektur Client-Server merupakan sebuah aplikasi terdistribusi yang bertugas untuk mempartisi atau membagi pekerjaan antara server(penyedia layanan) dan client. Client dan server sering juga beroperasi menggunakan jaringan komputer pada hardware yang terpisah. Server adalah sebuah mesin yang memiliki performa tinggi dan menjalankan satu atau lebih program untuk memberikan data-data pada client. Sebuah client tidak mempunyai sumber daya apapun, namun meminta server untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan. Oleh karena itu clientlah yang terlebih dahulu memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu request dari clientnya.

Dalam perkembangannya, client dan server dikembangkan oleh berbagai perusahaan software besar seperti Lotus, Microsoft, Novell, Baan, Informix, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar pada era pertama dimunculkannya konsep client dan server. Saat ini perusahaan-perusahaan tersebut telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan besar.

Kolaborasi client – server

1. Arsitektur Single- Tier
Arsitektur Single- Tier adalah semua komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan dipelihara.

2. Arsitektur Two-tier
Pada Arsitektur Two-tier, antarmukanya terdapat pada lingkungan desktop dan sistem manajemen database biasanya ada pada server yang lebih kuat yang menyediakan layanan pada banyak client. Pengolahan informasi dibagi antara lingkungan antarmuka sistem dan lingkungan server manajemen database.

3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur Three-Tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user interface lingkungan client dan server manajemen database lingkungan. Middleware ini diimplementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi monitor, pesan server atau aplikasi server. Middleware menjalankan fungsi dari antrian, eksekusi aplikasi dan database staging.

 







Baca Selengkapnya..

Pengiriman Antarhalaman web (LA Dreamweaver Sesi 2)

Preview Design Input: (Nama File : LatihanIMK.html)


Preview Design Output : (Nama File : proses.php)


Logika Program

Kali ini praktikum sesi ini kita akan berlatih membuat dua buah halaman web menggunakan 2 file berbeda, yaitu HTML dan PHP. Halaman web yang pertama berfungsi untuk menerima masukan (input) dari pengguna menggunakan Form lalu mengirimkannya ke halaman web kedua. Sedangkan halaman web yang kedua berfungsi sebagai halaman web penerima kiriman serta memproses hasil kiriman tersebut.

Lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Jalankan Notepad / Dreamweaver
  2. Ketik baris-baris teks dibawah ini (ketiklah persis seperti apa yang ada dibawah ini)

Tugas LA IMK Minggu Ke-2

  1. Kemudian simpanlah dengan nama “LatihanIMK.html”, Jangan lupa untuk menyimpan pada folder C:\apache\htdocs
  2. Jalankan Notepad / Dreamweaver kembali. Buatlah File PHP baru.
  3. Ketik baris-baris teks dibawah ini (ketiklah persis seperti apa yang ada dibawah ini)
Proses.php


  1. Kemudian simpanlah dengan nama “proses.php”.
  2. Jalankan web server Apache menggunakan control panel XAMPP.
  3. Jalankan browser anda (misalnya Google Chrome), lalu ketikan alamat http://localhost/htdocs/LatihanIMK.html dalam address bar, tekan enter kemudian amatilah hasilnya.
  4. Masukan nama, npm, kelas, jekel, keterangan anda, kemudian tekan tombol Kirim lalu amati yang terjadi.
  5. Selesai.
"SILAHKAN DICOBA TAMPILAN DEMO" 

KLIK LINK INI...


*NB : Link Diatas hanya berlaku 3 hari mulai tanggal (10November-13November 2010).


Baca Selengkapnya..

KALIMAT DASAR DALAM INDONESIA

PENGERTIAN KALIMAT

Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki
subjek (S) dan predikat (P). Kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu
bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang
membedakan kalimat dengan frasa.

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan
pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut,
disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai
dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

POLA KALIMAT DASAR
Setelah membicarakan beberapa unsur yang membentuk sebuah kalimat yang benar, kita
telah dapat menentukan pola kalimat dasar itu sendiri. Berdasarkan penelitian para ahli, pola
kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

1. KB + KK : Mahasiswa berdiskusi.
2. KB + KS : Dosen itu baik.
3. KB + KBil : Harga pulpen itu sepuluh ribu rupiah.
4. KB + (KD + KB) : Tinggalnya di Bogor.
5. KB1 + KK + KB2 : Kami menonton bola.
6. KB1 + KK + KB2 + KB3 : Bibi  mencarikan saya pekerjaan.
7. KB1 + KB2 : Vely peneliti.

Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula pola-pola
dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks.

JENIS KALIMAT MENURUT STRUKTUR GRAMATIKALNYA
Menurut strukturnya, kalimat bahasa Indonesia dapat berupa kalimat tunggal dan dapat pula
berupa kalimat mejemuk. Kalimat majemuk dapat bersifat setara (koordinatif0, tidak setara
(subordinatif), ataupun campuran (koordiatif-subordinatif). Gagasan yang tunggal dinyatakan dalam
kalimat tunggal; gagasan yang bersegi-segi diungkapkan dengan kalimat majemuk.

A. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Pada hakikatnya, kalau dilihat dari
unsur-unsurnya, kalimat-kalimat yang panjang-panjang dalam bahasa Indonesia dapat dikembalikan
kepada kalimat-kalimat dasar yang sederhana. Kalimat-kalimat tunggal yang sederhana itu terdiri
atas satu subjek dan satu predikat. Sehubungan dengan it, kalimat-kalimat yang panjang itu dapat
pula ditelusuri pola-pola pembentukannya. Pola-pola itulah yang dimaksud dengan pola kalimat
dasar. Mari kita lihat sekali lagi pola-pola kalimat dasar tersebut.

1. Mahasiswa berdiskusi
      S: KB + P: KK

2. Dosen itu ramah
    S: KB + P: KS

3. Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
               S: KB + P: KBil

Pola-pola kalimat dasar ini masing-masing hendaklah dibaca sebagai berikut.

Pola 1 adalah pola yang mengandung subjek (S) kata benda (mahasiswa) dan predikat (P)
kata kerja (berdiskusi).

Kalimat itu menjadi Mahasiswa berdiskusi
                                      S               P
Pola 2 adalah pola kalimat yang bersubjek kata benda (dosen itu) dan berpredikat kata sifat
(ramah). Kalimat itu menjadi Dosen itu ramah.                                               
                                               S            P

Pola 3 adalah pola kalimat yang bersubjek kata benda (harga buku itu) dan berpredikat kata
bilangan (sepuluh ribu rupiah). Kalimat selengkapnya ialah Harga buku itu sepuluh ribu rupiah.
                                                                                                 S                            P

Ketiga pola kalimat di atas masing-masing terdiri atas satu kalimat tunggal. Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya. Dengan menambahkan kata-kata pada unsur-unsurnya itu, kalimat akan menjadi panjang (lebih panjang daripada kalimat asalnya), tetapi masih dapat dikenali unsur utamanya.

Kalimat Mahasiswa berdiskusi dapat diperluas menjadi kalimat
Mahasiswa semester III sedang berdiskusi di aula.                 
         S                           P                       K

Perluasan kalimat itu adalah hasil perluasan subjek mahasiswa dengan semester III. Perluasan predikat berdiskusi dengan sedang, dengan menambahkan keterangan tempat di akhir kalimat.

Kalimat 2, yaitu Dosen itu ramah dapat diperluas menjadi
Dosen itu selalu ramah setiap hari.
       S                   P              K
Kalimat 3, yaitu Harga buku itu sepulu ribu rupiah dapat diperluas pula dengan kalimat
Harga buku besar itu sepuluh ribu rupiah per buah.
           S                                         P

B. Majemuk Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara terjad dari dua kalimat tunggal atau lebi. Kalimat majemuk setara dikelompokkan menjadi empat jenis, sebagai berikut.

1. Dua kalimat tunggal atau lebih dapat dihubungkan oleh kata dan atau serta jika kedua kalimat
tunggal atau lebih itu sejalan, dan hasilnya disebut kalimat majemuk setara penjumlahan.
Contoh:

Kami membaca
Mereka menulis
Kami membaca dan mereka menulis.

Tanda koma dapat digunakan jika kalimat yang digabungkan itu lebih dari dua kalimat tunggal.
Contoh:
Direktur tenang.
Karyawan duduk teratur.
Para nasabah antre.
Direktur tenang, karyawan duduk teratur, dan para nasabah antre.

2. Kedua kaltunggal yang berbentuk kalimat setara itu dapat dihubungkan oleh kata tetapi jika kalimat itu menunjukkan pertentangan, dan hasilnya disebut kalimat majemu setara pertentangan.
Contoh:
  • Amerika dan Jepang tergolong negara maju.
  • Indonesia dan Brunei Darussalam tergolong negara berkembang.
  • Amerika dan Jepang tergolong negara maju, tetapi Indonesia dan Brunei Darussalam tergolong negara berkembang

Kata-kata penghubung lain yang dapat digunakan dalam menghubungkan dua kalimat tunggal
dalam kalimat majemuk setara pertentangan ialah kata sedangkan dan melainkan seperti kalimat berikut. Contoh:
  • Puspiptek terletak di Serpong, sedangkan Industro Pesawat Terbang Nusantara terletak di Bandung.
  • Ia bukan peneliti, melainkan pedagang.

3. Dua kalimat tunggal ata lebih dapat dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian jika kejadian
yang dikemukakannya berurutan.
Contoh:
  • Mula-mula disebutkan nama-nama juara MTQ tingkat remaja, kemudian disebutkan nama-nama juara MTQ tingkat dewasa.
  •  Upacara serah terima pengurus koperasi sudah selesai, lalu Pak Ustaz membacakan doa selamat.
4. Dapat pula dua kalimat tunggal atau lebih dihubungkan oleh kata atau jika kalimat itu menunjukkan pemilihan, dan hasilnya disebut kalimat majemuk setara pemilihan.
Contoh:
  • Para pemilik televisi membayar iuran televisinya di kantor pos yang terdekat, atau para petugas menagihnya ke rumah pemilik televisi langsung.

C. Kalimat Majemuk tidak Setara
Kalimat majemuk tidak setara terdiri atas satu suku kalimat yang bebas dan satu suku kalimat atau lebih yang tidak bebas. Jalinan kalimat ini menggambarkan taraf kepentingan yang berbeda-beda di antara unsur gagasan yang majemuk. Inti gagasan dituangkan ke dalam induk kalimat, sedangkan pertaliannya dari sudut pandangan waktu, sebab, akibat, tujuan, syarat, dan sebagainya dengan aspek gagasan yang lain diungkapkan dalam anak kalimat.
Contoh:
a. Para pemain sudah lelah
b. Para pemain boleh beristirahat.
c. Karena para pemain sudah lelah, para pemain boleh beristirahat.
d. Karena sudah lelah, para pemain boleh beristirahat.

Sudah dikatakan di atas bahwa kalimat majemuk tak setara terbagi dalam bentuk anak kalimat dan
induk kalimat. Induk kalimat ialah inti gagasan, sedangkan anak kalimat ialah pertalian gagasan
dengan hal-hal lain.

Mari kita perhatikan kalimat di bawah ini.
Apabila engkau ingin melihat bak mandi panas, saya akan membawamu ke hotel-hotel besar.

Anak kalimat:
Apabila engkau ingin melihat bak mandi panas.

Induk kalimat:
Saya akan membawamu ke hotel-hotel besar.

D. Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat jenis ini terdiri atas kalimat majemuk taksetara (bertingkat) dan kalimat majemuk setara, atau terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk taksetara (bertingkat).
Misalnya:

1. Karena hari sudah malam, kami berhenti dan langsung pulang.
2. Kami pulang, tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai.

Penjelasan
Kalimat pertama terdiri atas induk kalimat yang berupa kalimat majemuk setara, kami pulang, tetapi mereka masih bekerja, dan anak kalimat karena tugasnya belum selesai. Jadi, susunan kalimat kedua adalah setara + bertingkat.

sumber :
Baca Selengkapnya..

PROLOG (PROgramming in LOGic)

Definisi PROLOG
PROLOG adalah kependekan dari PROgramming in LOGic, yang berarti pemrograman logika. Pemrograman Prolog menggunakan bahasa deklaratif, dimana pemrogram memberi fakta dan aturan untuk selanjutnya diselesaikan oleh Prolog secara deduktif sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Hal ini berbeda dengan bahasa prosedural seperti Pascal, Fortran, C, atau yang sejenis, dimana pemrogram memberi perintah atau penugasan untuk memecahkan persoalan langkah demi langkah, sehingga sering disebut sebagai programming with assignment. Disamping itu, berbeda dengan pemrograman fungsional, pemrograman logika ini menggunakan relasi, bukan fungsi sehingga sangat sesuai untuk implementasi sistem pakar. Prolog juga salah satu contoh interpreter, meskipun ada juga dalam  bentuk compilernya.

Sejarah PROLOG
  • Dikembangkan oleh  Alain Colmenraurer dan P.Roussel di Universitas Marseilles Perancis, tahun1972.
  • Prolog populer di Eropa untuk aplikasi artificial intelligence, sedangkan di Amerika peneliti mengembangkan aplikasi yang sama, yaitu LISP.
Tipe Data PROLOG


Program Sederhana PROLOG
Kasus-neh
Dalam sebuah hasil ujian 3KA33 Matematika Lanjut, beberapa mahasiswa mendapatkan nilai sebagai berikut: 

Dodoy(B)
Pike(A)
Abi(B)
Susi(C)
Bima(C)

Seorang mahasiswa bernama Cici selalu diprediksi prestasinya menyamai mahasiswa yang bernama Pike. Berikut ini fakta-fakta didalam bahasa Prolog.

Solusi:
domains
   nama = string 
   nilai = symbol 
predicates 
   nilai_3KA33(nama,nilai)
clauses
   nilai_3KA33("Dodoy",b).
   nilai_3KA33("Pike",a).
   nilai_3KA33("Abi",b).
   nilai_3KA33("Susi:,c).
   nilai_3KA33("Bima",c).
   nilai_3KA33("Cici",Asoy) if  nilai_3KA33("Pike",Asoy).

Silahkan Download Software SWI-PROLOG Disini

*NB : Buat teman-teman kelas gw yang kebetulan nyasar kesini dimohon untuk tersenyum...

Baca Selengkapnya..

Tugas PBO (2)

Instruksi : 
  • Menggunakan perintah masukan melalui keyboard menggunakan perintah BufferedReader. 
  • Sama seperti no 1 tapi kali ini menggunakan JOptionPane.






(Tugas 1)
nama file : main.java
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.IOException;
import java.io.BufferedReader;
public class Main {
public static void main(String[] args) {
BufferedReader dataln= new BufferedReader(new InputStreamReader(System.in));
String name1 = “”,
         name2 = “”,
         name3=”“;
    try{
    System.out.print(“Enter word 1:”);
    name1=dataln.readLine();
    System.out.print(“Enter word 2:”);
    name2=dataln.readLine();
    System.out.print(“Enter word 3:”);
    name3=dataln.readLine();
    }catch(IOException e){
    System.out.println(“Error”);
    }
    System.out.println();
    System.out.println(name1+” “+name2+” “+name3);
    }
    }
*Bagi yang mau digunakan untuk referensi harap di ubah nilai variabelnyaplease…
Output : 


Enter word 1:Fendy
Enter word 2:Ferdy
Enter word 3:Desy
Fendy Ferdy  Desy
BUILD SUCCESSFUL (total time: 7 seconds)
(Tugas 2)



nama file : main.java
import javax.swing.JOptionPane;
public class Main {
    public static void main(String[] args) {
    String info=”“;
    info=JOptionPane.showInputDialog(“Enter Word1:”);
    String data1=info;
    info=JOptionPane.showInputDialog(“Enter Word2:”);
    String data2=info;
    info=JOptionPane.showInputDialog(“Enter Word3:”);
    String data3=info;
    JOptionPane.showMessageDialog(null, data1+” “+data2+” “+data3);
    }
}










Baca Selengkapnya..

Ragam Bahasa

Definisi Ragam Bahasa : 
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan.Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Hal-hal yang menyebabkan timbulnya Ragam Bahasa :
Sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tidak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tidak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.

Dari sekian banyak ragam bahasa, ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa. diantaranya :
  • Faktor Budaya atau letak Geografis
  • Faktor Ilmu pengetahuan
  • Faktor Sejarah
Perbedaan ragam standar, semi standar dan nonstandar. Dilakukan berdasarkan:

a. topik yang sedang dibahas,
b. hubungan antarpembicara,
c. medium yang digunakan,
d. lingkungan, atau
e. situasi saat pembicaraan terjadi 

Ciri yang membedakan antara  ragam standar, semi standar dan nonstandar adalah:

· Penggunaan kata sapaan dan kata ganti,
· Penggunaan kata tertentu,
· Penggunaan imbuhan,
· Penggunaan kata sambung (konjungsi), dan
· Penggunaan fungsi yang lengkap.

Penjelasan : 
Penggunaan kata sapaan dan kata ganti merupakan ciri pembeda ragam standar dan ragam nonstandar yang sangat menonjol. Kepada orang yang kita hormati, kita akan cenderung menyapa dengan menggunakan kata Bapak, Ibu, Saudara, Anda. Jika kita menyebut diri kita, dalam ragam standar kita akan menggunakan kata Saya atau Aku. Dalam ragam nonstandar, kita akan menggunakan kata Gue.


Penggunaan kata tertentu merupakan ciri lain yang sangat menandai perbedaan ragam standar dan ragam nonstandar. Dalam ragam standar, digunakan kata-kata yang merupakan bentuk baku atau istilah dan bidang ilmu tertentu. Penggunaan imbuhan adalah ciri lain. Dalam ragam standar kita harus menggunakan imbuhan secara jelas dan teliti.

Penggunaan kata sambung (konjungsi) dan kata depan (preposisi) merupakan ciri pembeda lain. Dalam ragam nonstandar, sering kali kata sambung dan kata depan dihilangkan. Kadang kala, kenyataan ini mengganggu kejelasan kalimat.



Baca Selengkapnya..

Tugas PBO

1. Apa yang dimaksud java ? 
2. Kelebihan java ?
3. Perbandingan bahasa java dengan bahasa lainnya ?


Jawab : 
1. Java adalah bahasa pemograman berorientasi objek (oop) elemen – elemen dari pemograman objek ini diantaranya adalah :
- Encapsulation
- Polymorphism
- Inheritance


*Bahasa java secara langsung berhubungan dengan bahasa c dan c++, karena java menurunkan sintaksnya dari bahasa c dan objeknya diadaptasi dari c++ sehingga java memiliki sifat case sensitive (membedakan huruf besar dan kecil)


Enkapsulation merupakan mekanisme pemograman yang mengikat data dan program bersama-sama dan mengamankannya dari penyalahgunaan dan interfensi dari luar.


Melaui OBJEK -> Data dan kode dapat menjadi Private, Protected, Public. Dari ketiga metode diatas berhubungan langsung kepada objek bersangkutan. 


Private -> Hanya dapat diakses oleh bagian dalam objek itu sendiri


Protected -> Aksesnya selain dari dalam objek itu sendiri dapat diakses oleh objek keturunannya


Public-> Dapat diakses oleh objek luar


Unit dasar dari encapsulation adalah class. Class mendefinisikan format dari objek yang akan ditanggung sehingga objek merupakan  instansi (instance) / contoh dari class.


Polymorphism memperbolehkan  satu interface mengakses general class dalam aksinya. Pengertian lain dari polymorphism yang lebih umum adalah satu interface banyak method


Inheritance adalah proses dimana objek mendapatkan properti dari objek lain. Konsep ini merupakan hierarki classification yang diperlukan dalam penurunan sifat suatu objek terhadap objek lain yang menjadi orang tuanya (parent)


2. Kelebihan dari java adalah :


- Berorientasi objek, artinya semua aspek yang terdapat di java adalah objek

- Multiplatform, dapat dijalankan dibeberapa platform / system operasi computer. Dengan prinsip “Tulis sekali, Jalankan dimana saja”


- Perpustakaan kelas yang lengkap, java terkenal dengan kelengkapan library/perpustakaan yang sangat mempermudahkan bagi  para programmer untuk membangun aplikasinya.


- Bergaya c++, sehingga menarik banyak pemogram c++ untuk pindah ke java


- Pengumpulan sampah otomatis, memiliki fasilitas pengaturan penggunaan memori sehingga para pemogram tidak perlu melakukan pengaturan memori secara langsung


3. Perbandingan bahasa java dengan bahasa lainnya :


- Lebih sederhana daripada c++, beberapa kemampuan c++ seperti multiple inheritance, overload operator, serta pointer telah dihilangkan dalam bahasa java.


- Java merupakan bahasa murni object oriented, misalnya dalam bahasa c++ kita masih dapat memakai syntax dari bahasa c seperti deklarasi fungsi atau variable diluar class. Ini yang membuat c++ tidak murni objek oriented, sedangkan dalam java, seluruh struktur program berada didalam class tidak ada function atau variable yang dideklarasikan diluar class


- Java merupakan bahasa yang menghasilkan bahasa yang sangat stabil karena pointer telah dihilangkan didalam java, maka programmer tidak dapat lagi mengalokasikan atau mengkses memori secara manual. Karena seluruh alokasi memori dilakukan oleh java melalui reference. Sedangakan seluruh dealokasi memori dilakukan secara otomatis melalui mekanisme yang disebut garbagr-collection. Dengan demikian tidak ada lagi error akses memori ataupun error alokasi l/ldealokasi memory yang dapat menyebabkan program serta system tidak stabil.


- Java adalah bahasa multiplatform artinya ia dapat dijalankan oleh bermacam-macam platform dengan system operasi yang berbeda-beda yang penting dalam hardwarenya telah diinstall JVM (Java Virtual Machine)


Baca Selengkapnya..