Gabung Ke Forum Saya Di 4KA01

How To: installing Apache2, Mysql, dan PHP5 di Ubuntu(9.10)

Installing Apache2, PHP, dan Mysql on Ubuntu 9.10

Indeed beberapa kali gw mencoba untuk menggunakan Linux dalam kehidupan keseharian, tetapi selalu gatot dan kembali ke platform Windows. Ga lain adalah karena gw saat itu masih belum bisa menginstall apapun. Mulai dari mau install Firefox 3.5 yang berujung nge-format ulang Linux-nya Sampai yang paling parah, gara-gara partisi Linux kehapus, GRUB terhapus, Windows ga muncul karena ga ada Bootloadernya(gw mencoba melakukan repair, tetapi NIHIL, installer windows bilang Fixed, tapi tetap ga ada Boot Mgr-nya) :(
Singkat kata, akhirnya karena roda waktu gw dipaksa(kali ini) untuk bertemu kembali dengan kawanan *Nux ini. Yap karena mulai Senin besok gw harus berkutat dengan satu CMS yang memang paling enak jalan di Linux than di Windows(gw coba pake XAMPP… nihil malah minta macem-macem). Sehingga gw disuruh menginstall Linux di PC kantor gw. Sekalian karena merupakan kesempatan belajar dan memang banyak orang bisa Linux di kantor, gw mencoba menginstallnya lagi. Gw menggunakan Ubuntu 9.10 Karmic Koala (yap distro sejuta umat… maklum newbee…). Kemudian mencari-cari artikel HOW to install PHP, Mysql, dan Apache2.
Dengan pengalaman masa lalu dan Windows based in mind(yang kepikiran Download dari provider kemudain menginstallnya entah melalui command line atau menggunakan Wizard). Indeed om Google memang pinter tetapi dia sering memunculkan yang aneh-aneh. Sampailah gw menemukan satu artikel disini. Singkat kata ternyata baru kali ini sesuatu yang gw baca mengubah mind set Windows based OS yang lebih dari 10 tahun gw pakai :P (Yes my First PC di tahun 1998 :D )
Ok, inilah saat-saat gw mencobanya dengan Komputer gw sendiri… beserta screenshootnya untuk memudahkan newbie macam gw.

1. Before you go on

Sebelum beranjak lebih jauh, di dunia Linux ada yang namanya online repository yang merupakan sumber software yang sudah diseleksi dari si pembuat distro. Berbeda dengan dunia Windows yang dengan sangat mudah mendownload dan kalau ga kompitable dengan versi Windows maka di Wizardnya ga bisa install atau kadang bisa diakali dengan compitability mode. Di Linux sebagian besar softwarenya sudah terdapat di reository. Memang bisa dengan mendownload manual tetapi tentunya belum tentu compitable dan juga lebih banyak waktu yang dibutuhkan.
Untuk pemilik Hi-Speed Lokal internet(Biasa kalo ini) mungkin lebih memilih Repository Lokal. Untuk Newbee kayak gw lagi sumber Repo. ini bisa dipilih dengan mudah di “Administration => Software Sources”

Mengubah Sumber Software
Kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini:

Pilih "Other" dan menuju ke window Berikutnya

Pada "Choose Download Server" Pilih Indonesia, dan pilihlah Repo. Yang diinginkan

Simply, Biarkan Ubuntu mengupdate daftar softwarenya

Well Please wait... disini saja sudah cukup banyak yang di download... Tapi lokal si Ok lah...
Apabila sudah tutup semua Windows yang dibuka barusan…
Buat yang pernah mengecap dunia Komputer terutama dunia software pasti tau Tools yang paling ajaib adalah COMMAND LINE. Walau terlalu ajaib lebih terkesan mengerikan :P Well karena ga ada petunjuk dan apapun itu. Kalau Anda mengerti, pastinya Anda akan terlihat keren saat memainkan command line(di windows keq atau di Linux) walau yang keluar itu cuman pake command LS atau DIR, ping atau tracert doank :))
Ok kita mulai, di Linux better forget Wizard type installation and operation. Command line is your friend here :P (minimal di kuliah dulu ngerti ginian walau materi kuliahnya bener-bener ga kepake :P )
Ok ikuti saja langkah berikut ini:

Buka Command Line(terminal)

Untuk menginstall sesuatu kita harus dalam kondisi super user... Ketikan "sudo su" untuk masuk ke Super User Mode

Masukan Password Anda

Singkat kata Command Line akan berubah begini depannya :)
Ok  Siap untuk menginstall :D

2. Installing Mysql

Mysql kayaknya udah cukup jadi soulmate PHP. Entah semenjak kapan yee… ok Mysql dapat diinstall dengan perintah
aptitude install mysql-server mysql-client
layar kemudian akan berjalan blablabla spt berikut ini:

Just type "Y" and press "enter" Then continue :D

Dia meminta PAssword buat Mysql, isi saja sesuai keinginan

Confirm Password yang tadi dimasukin :)
Ok apabila ga ada pesan error, Then I tink Mysql sukses terinstall :)
Apabila tidak yakin apakah Mysql ada di server repository, gunakan perintah ini:
aptitude search mysql
Carilah disana ada ga yang bernama mysql-client atau mysql-server. Perintah search sehabis aptitude merupakan perintah untuk mencari paket-paket program yang disediakan oleh repository.

3. Installing Apache 2

Apache2 Web server mungkin sudah sering di dengar, yup pasangan lainnya dari PHP yang kerap kali muncul. Mari install Apache2:
untuk menginstallnya ketikan perintah:
aptitude install apache2

Ketikan perintahnya seperti halnya mysql di atas kemudian Enter untuk execute
Seperti tadi, nanti akan ditanya juga apakah akan melanutkan atau tidak, ketik “Y” then hit Enter :D
Apabila sudah selesai, bisa kita lihat dan test. Buka browser ketikan alamatnya http://localhost.

Apache berjalan :D
ok Selesai.

4. installing PHP5

PHP… siapa yang ga tau di kalangan programmer :P Sebuah bahasa programing yang menguasai 60% lebih website yang ada di bumi ini(ga ngomong dunia, karena mungkin ada planet lain yang pake bahasa lain :D )
Inilah dia caranya:
perintahnya ga lain
aptitude install php5 libapache2-mod-php5

Installing PHP5 ketik syntax dan tekan Enter... Sisanya... sama aja
Mari kita test PHP5-nya, sebelumnya kita harus merestart Apache2-nya supaya mengenali PHP5-nya. Syntaxnya:
/etc/init.d/apache2 restart
Untuk mengetestnya, coba kita buat file phpinfo.

Buka GEDIT, ketikan syntax di atas
kemudian save ke directory “var/www/” dengan nama misalnya saja “info.php” pastikan directory tsb sudah di beri permission write kalau tidak, gedit tidak bisa write file disana(gunakan CHMOD xxx /var/www/)

Tampilan info.php apabila php dan apache2 bekerja dengan baik
Coba cek apakah PHP memiliki link ke mysql atau tidak(cari saja di halaman phpinfo tsb apakah ada ekstension mysql yang aktif). Apabila tidak install dengan perintah berikut:

Installing mysql function untuk PHP5
Tentunya berbeda dengan PHP di XAMPP Windows yang menyediakan semua paket yang dibutuhkan, disini kita harus menginstall satu-satu apa saja yang kita butuhkan. Well singkat kata mungkin inilah yang dibutuhkan, tinggal copas saja syntax berikut kemudian tekan Enter:
aptitude install php5-curl php5-gd php5-idn php-pear  php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-mhash php5-ming  php5-ps php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy  php5-xmlrpc php5-xsl php5-json
Setelah semuanya selesai, kembali restart apache dengan perintah
/etc/init.d/apache2 restart
Kemudian cek kembali apakah ada ekstensi mysql dan kawan-kawannya aktif disana:

mysql enabled = yes :)
OK sampai sini sudah siap digunakan. Untuk phpmyadmin, bisa download langsung di situsnya kemudian extract seperti biasa(gw prefer begini ketimbang ambil di repository :) )
Ok semoga berguna :)
sedikit catatan:
  1. php.ini terletak di “etc/php5/apache2/php.ini” Untuk mengeditnya harus menggunakan akses root. Buka dan modifikasi dengan perintah:
    sudo gedit /etc/php5/php.ini
    setelah selesai, save dan restart apache seperti biasa :)
  2. folder htdocs(kalo di windows) ada di “/var/www/” pastikan di CHMOD dulu sebelum PHP script dijalankan, kalo ga pasti bakal dapet error permission denied di layar browser :D
  3. Installasi x-debug untuk tracing error di PHP juga cukup mudah, extensinya sudah ada di repository:
    aptitude install php5-xdebug
  4. Repository yang gw pakai adalah “kambing.ui.ac.id”
Sumber : http://neo.rizkhey.net

Baca Selengkapnya..

The New Trend High Availability Softswitch With IP PBX

Index : Tugas v-class Sistem Operasi
Materi Kuliah : Sistem Operasi
Pertemuan Ke : -


The New Trend High Availability Softswitch With IP PBX (Mr.Ono Purbo)
Salah satu isu yang cukup besar yang perlu diperhatikan oleh kita dalam mengoperasikan sentral telepon, baik itu berupa PABX , softswitch bahkan pada tingkat operator telekomunikasi, adalah ketersediaan sentral telepon agar mencapai 99.999% dari waktu operasinya.

Teknologi PABX pada saat ini mulai banyak di gantikan oleh IP PBX terutama berbasis Protokol, Session Initiation Protocol (SIP). Memang cukup banyak vendor besar yang membuat solusi IP PBX yang solid, seperti, Panasonic, Nortel dll. Dengan teknologi SIP, kita sangat mungkin membangun IP PBX mengunakan teknologi PC biasa menggunakan sistem operasi Linux,karena menggunakan system operasi ini dapat di gabungkan dengan berbagai servis jaringan di PC Server, seperti, e-mail server, web server, proxy server sehingga sangat membantu bagi kantor yang relatif kecil.

Memang untuk sebuah kantor kecil dengan puluhan komputer, kita dapat menyatukan seluruh servis jaringan, termasuk, IP PBX, ke dalam sebuah PC Server kelas Pentium IV dengan memory 512Mbyte. Tapi untuk sebuah kantor yang cukup besar dengan ribuan extension, kita mungkin perlu berfikir 2-3 kali untuk menyatukan seluruh sevis ke dalam sebuah PC Server kelas Pentium IV.

Solusi yang relatif murah, tapi handal bagi corporate besar maupun operator dengan ratusan ribu extension agar dapat mencapai tingkat ketersediaan layanan 99.999% adalah dengan menyatukan beberapa buah server yang saling membackup satu sama lain. Artinya, PC server yang digunakan untuk sebuah servis IP PBX bukan terdiri dari sebuah mesin, tapi beberapa buah mesin yang di satukan menjadi satu kesatuan.
Teknik menggabungkan beberapa buah server menjadi satu kesatuan untuk secara paralel / bersama-sama / saling backup untuk memberikan servis biasanya di kenal di dunia jaringan komputer sebagai teknik Clustering. Tentunya ada banyak sekali teknik clustering, kita dapat melakukan searching di Google untuk mencari tahu detail teknik tersebut.

Secara umum ada beberapa konfigurasi clustering yang sering digunakan. Konfigurasi yang paling sederhana dan murah adalah menggunakan dua (2) PC Server dengan konfigurasi active-passive. Artinya hanya satu PC Server yang aktif, sedang PC server yang lain hanya standby tidak aktif memberikan servis. Ke dua PC Server dapat dibuat dengan konfigurasi yang sama, sehingga jika sewaktu-waktu PC Server aktif mengalami gangguan dan mati maka PC Server standby akan langsung mengambil alih kegiatan / servis yang diberikan tersebut. Konfigurasi jenis ini relatif sederhana dan cukup mudah untuk di implementasikan tanpa terlalu banyak mengubah sistem operasi yang digunakan. Kerugian utama jenis konfigurasi ini adalah kita harus invest sebuah server cadangan yang mempunyai kemampuan yang hampir sama dengan server utama. Server cadangan tidak di karyakan sama sekali untuk memberikan servis pada saat standby.

Konfigurasi lain yang lebih kompleks adalah konfigurasi active-active. Pada konfigurasi active-active semua server secara aktif, secara paralel akan memberikan servis secara bersama-sama kepada client. Dengan konfigurasi ini maka kemampuan total server menjadi sangat tinggi. Secara teknis solusi active-active dapat dengan mudah dan lebih murah dilakukan jika kita mempunyai komputer multi-processor. Tapi jika kita ingin memaksakan membuat beberapa PC server melakukan servis active-active, teknik yang digunakan relatif lebih rumit karena kita harus banyak mengubah sistem operasi.

Memang, biasanya teknik clustering ini bukan merupakan bagian dari sistem operasi komputer yang kita gunakan. Artinya, kita harus menggunakan software tambahan di atas sistem operasi komputer yang kita gunakan agar PC server tersebut dapat menjadi bagian dari cluster server. Bagi anda yang menggunakan sistem operasi Linux pada server anda, anda akan cukup beruntung karena ada beberapa software tembahan bagi Linux yang dapat di ambil secara gratis di Internet agar Server Linux dapat menjadi bagian dari Cluster. Beberapa keyword yang dapat membantu mencari software Linux untuk Clustering di Google adalah linux-ha, heartbeat, drbd, lvs, dan openmosix.

Logika clustering active passive sebetulnya relatif sederhana. Intinya kita membutuhkan sebuah software untuk melakukan sinkronisasi harddisk secara periodik dari PC Server active ke PC Server passive. Dengan software ini maka kita dapat menjamin bahwa semua informasi yang ada di PC Server active sama dengan di PC Server passive. Selanjutnya, kita perlu menginstall program pada ke dua PC server tersebut yang secara virtual mendeteksi apakah PC server yang satu sedang mati atau hidup. Jika sebuah PC Server mendeteksi bahwa PC server yang lain mati, maka secara automatis akan mengambil alih IP address maupun semua servis PC server yang mati dan akan menjalankan servis bagi client menggantikan PC server yang mati tersebut.
Software yang dibutuhkan untuk melakukan konfigurasi clustering active passive dapat di ambil di Linux High Availability pada situs http://www.linux-ha.org. Pada dasarnya kita membutuhkan dua (2) buah software, yaitu, drbd dan heartbeat. Pada teknik clustering active passive tidak terlalu banyak perubahan konfigurasi pada kernel / inti sistem operasi Linux, oleh karenanya cukup mudah untuk di implementasikan.
Software drbd digunakan untuk melakukan sinkronisasi harddisk secara periodik antara berbagai server di jaringan sehingga semua data PC Server tersebut sama semua. Sehingga sewaktu-waktu kita menggantikan PC server utama dengan PC Server yang lain, tidak menjadi masalah.

Software ke dua adalah heartbeat, software ini pada dasarnya untuk membantu sebuah PC server untuk mendeteksi aktifitas PC server yang lain. Di samping itu, heartbeat dilengkapi dengan software yang akan mengkonfigurasi IP address LAN interface PC Server. Jika heartbeat mendeteksi PC server mitra kita ternyata mati, maka secara automatis heartbeat akan menset IP address LAN interface PC server kita agar menjadi IP address server utama dan servis akan langsung berjalan secara automatis. Dengan demikian client tidak perlu mengetahui adanya kegagalan dalam system.

Pada teknik yang lebih kompleks menggunakan konfigurasi active-active, digunakan software seperti Linux Virtual Server yang di compile pada kernel / inti sistem operasi linux yang akan melakukan switching servis pada berbagai server yang ada di belakang server pembagi. Sekian dulu dari saya. Trima Kasih.


Baca Selengkapnya..

Linux di Windows

Index : Sistem Operasi
Materi Kuliah :-
Pertemuan Ke :-

Kemarin ada seorang netter yang bertanya Arrow
Seseorang wrote:
KK, bgmna crax mnjlkn Linux di Windows tnp di install?

Jwbny : Live CD dan VMWare (Virtual Machine) Wink
Tapi yang akan kita bahas adalah VMWare. Sebenarnya saya juga masih belum memahami betul tetang cara kerja software ini secara keseluruhan. Very Happy Tapi disini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang cara kerja dan fungsi software ini.

VMware merupakan sebuah software virtualisasi yang memungkinkan penggunanya untuk menjalankan dua buah OS secara bersamaan didalam sebuah PC. Jadi kita seakan mempunyai dua buah PC.

Software ini sangat bermanfaat terutama bagi anda yang sedang belajar Jaringan Komputer ataupun bagi yang ingin mempelajari bermacam-macam OS di PC tanpa perlu mengkhawatirkan tentang partisi di Harddisk.

Dengan bantuan software ini, kita dapat menjalankan/menginstall sebuah OS didalam sebuah OS, mengerti gak? Very Happy Contohnya begini dengan bantuan software ini kita bisa menjalankan OS Linux di OS Windows dan sebaliknya kita juga bisa menjalankan OS Windows di OS Linux. Jadi kita bisa menjalankan dan mencoba bermacam-macam OS tanpa harus mengistall-nya di Harddisk, lebih simpel kan?

Langkah-langkah untuk menjalankan VMware adalah sebagai berikut, saya mengambil contoh Menginstall Linux di Windows.
1.Download VMWare Player
VMWare Player


2.Download Distro Linux (Khusus) di sini :
Free 2 Download
3.Extract file Distro Linux (.zip atau .7z) ke HDD kita.
4.Jalankan VMware, lalu jalankan file berekstensi *.vmx atau *.iso yang berada pada folder yang barusan diekstrak.

Kalau mau belajar lebih lanjut tentang VMWare bisa baca di sini : PDF Tutorial - VMWare

Cara lain yaitu dengan menggunakan :
1.Ulteo Virtual Desktop
Download Here
Installnya tinggal Next Next ajah (Dicoba sendiri) Wink
2.MobaLiveCD
Download Here
Nggak perlu di install (Portabel), tetap mebutuhkan file .iso (ISO Linux) Idea

RUSAK NGGAK TANGGUNG JAWAB ... WKKKKKKKKKKK ...
Baca Selengkapnya..

RarCrack - Cara Membuka File Zip, RAR, 7Zip Yang Terkunci Password Metode BruteForce

Jika sebuah file archive kamu seperti zip,rar,7Zip mengandung password dan kamu lupa akan passwordnya, mungkin kamu sudah putus asa tentang apa yang harus dilakukan untuk membuka file terkunci tersebut. Program password recovery harus dipakai untuk membuka gembok file compressed tersebut.


Biasanya di internet memang ditawarkan download software pembuka zip,rar,7Zip yang terkunci, namun kita wajib mengeluarkan biaya, paling tidak mereka hanya menawarkan program trial yang ada expire datenya. Tetapi jika kamu adalah pengguna Linux (kalau kamu tidak punya Linux, silahkan file tersebut bawa kepada teman kamu yang mempunyai OS Linux dan ekstrak di komputernya, kemudian transfer file-file tersebut ke USB dan bawa pulang :-)) RarCrack adalah solusi yang bagus sebagai cara membuka file zip,rar,7zip yang terproteksi password.




Utility kecil yang bernama RarCrack dijalankan dengan command line dan dapat didownload di sini secara gratis. Dengan metode brute-force algoritma, RarCrack dapat dengan cerdas membongkar sandi rahasia filemu.

Berikut dibawah ini adalah ilustrasinya bagaimana cara pakai rarcrack nya :


1.Tampilan Setelah anda mengekstrak folder rarcrack-0.2.tar 
2.Tentukan  file archive kamu seperti zip,rar,7Zip mengandung passwordy.


3.Masukan file tersebut (yg di password) kedalam folder rarcrack-0.2
4.Setelah itu buka file archive(.Zip/.rar.7Zip) dan akhirnya muncul password yang diinginkan 'lihat lingkaran merah'




Semoga Bermanfaat ^^`

Baca Selengkapnya..